Into The Wild: Christopher McCandless, Sean Penn & Eddie Vedder Killed Me!
It’s a mistery to me
we have a greed
with which we have agreed
Sebelum nulis tentang Soundtrack film Into The Wild, sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih peda kawan saya di Wonocolo, Surabaya yang entah kesambet setan apa dengan baik hati mengirimkan CD berisi album soundtrack Into The Wild ini. Kawan yang dikenal dengan nick name “vedder” ini mungkin memang bener-bener jatuh hati dengan segala sesuatu tentang Eddie Vedder dan kawan-kawan gank-nya di Pearl Jam.
Buat yang sudah nonton tentu minimal takjub dengan cara bertutur Sean Penn selaku sutradara meski belum tentu setuju menganggap si Christopher McCandless sang tokoh utama sebagai pahlawan. Ya, banyak orang tentu bingung bagaimana seorang pemuda bisa meninggalkan kehidupan yang begitu mapan dan berkecukupan untuk menjelajahi belantara amerika tanpa uang dan dan tujuan yang jelas.
Yang mengejutkan adalah film yang diambil dari kisah nyata ini seolah hendak mengajak kita kembali berpikir. Berpikir apalagi selain tentang kehidupan itu sendiri.
Mempertanyakan apakah hidup kita ini sudah benar-benar hidup sejatinya adalah pertanyaan yang memang harus ditanyakan setiap manusia. Ya di tengah banyaknya manusia bumi ini juga banyaknya legenda tentang bagaimana harusnya kita menjalani hidup, kadang kita tak dapat, tak bisa, tak sempat atau bahkan tak pernah terpikir untuk memikirkan kehidupan dalam ketenangan, kesendirian, kemandirian dan dengan hati.
Pendidikan formal, media massa kadang membentuk kita menjadi kita yang dimaui oleh mereka para pembuat kebijakan. Tanpa sadar kita bisa dibius dan diarahkan menuju arah tertentu tanpa disadari.
Yang kaya adalah yang banyak uang, yang pandai adalah mereka para sarjana, yang indah adalah mereka yang berparas cantik.
Lihatlah ikon pemberontakan dan perjuangan macam Che Guevara yang wajahnya sangat tenar di seluruh dunia, kini toh wajah siluet itu sudah menjadi sekedar barang dagangan para industrialis. Jutaan anak kecil yang mencoba melek dunia ataupun anak-anak mama yang punya duit sama-sama mengenakan kaus bergambarkan wajah Che dan sama-sama merasakan menjadi bagian dan menjadi pemeran dari revolusi dunia.
Kembali soal Into The Wild, saya begitu terpukau dengan alur ceritanya, pengambilan gambar dan pasnya lagu pengiring adegan dengan suasan yang ingin dibangun oleh sang sutradara di tiap adegannya.
Memang saya menontonnya lewat keping DVD bajakan. satu, di Ternate memang tidak ada bioskop. Dua, apakah film ini diputar di bioskop di Indonesia? Tiga, toh kualitas gambar serta terjemahannya bagus sekali.
Lepas dari itu baru kali ini saya menyukai sebuah Soundtrack yang hanya digarap oleh satu orang. Maksud saya, biasanya jika ada soundtrack hanya berisi lagu seorang penyanyi atau band cenderung tak ada alasan bagi saya untuk menyukainya. Tapi kali ini lain.
Sebagai penyuka musik Grunge saat SMP tentunya tak asing dengan suara Eddie Vedder yang langsung saya kenali saat menonton film ini. Dengan mati-matian saya mencoba menangkap lirik lagu yang sayup-sayup diperdengarkan, membuat saya nglangut sendiri. Betapa kegundahan hati Christopher McCandless bisa terwakili oleh lirik yang ditulis oleh Eddie Vedder.
You think you have to want
more than you need
until you have it all you won’t be freeWhen you want more than you have
you think you need
and when you think more than you want
your thoughts begin to bleedI think I need to find a bigger place
‘cos when you have more than you think
you need more spacethere’s those thinking more or less less is more
but if less is more how you’re keeping score?
Means for every point you make
your level drops
kinda like its starting from the top
you can’t do that…
Mungkin saya sedang jengah saja dengan banyaknya musik yang belakangan ini rame-rame mengusung tema remeh soal selingkuh, jatuh cinta, naksir pacar temen, cinta bersemi kembali atau lain-lain yang membuat saya suka tutup kuping. Tapi baik filmnya maupun soundtrack Into The Wild, buat saya memang klop. Two Thumbs Up!
society, you’re a crazy breed
I hope you’re not lonely without me
society, crazy and deep
I hope you’re not lonely without me
KETERANGAN:
- Lirik Lagu “Society” milik Eddie Vedder diambil dari sini.
- Poster Film “Into The Wild” dicomot dari sini.







5 Comments, Comment or Ping
Hedi
aku durung sempet nonton, kang…tapi sean penn itu pelaku film jempolan lho, walaupun jarang2 main pelem dan akhirnya sekarang jadi sutradara
May 23rd, 2008
Satrio
hmm.. keknya worth watching nih..
tulung dibakar itu cakram berwarna emas.
dan dikirim kepada saya dengan ngalamat kantor.
ekspektasi lingkungan yang membentuk kita.
tapi tetap tak boleh kehilangan jati diri.
maumere, 24 Mei 2008, saat lampu tiba-tiba mati dan terpaksa memakai blitz dari W800 untuk menerangi keyboard,
May 24th, 2008
Adis
Lah Sean Penn nya gak ikut main to?
May 26th, 2008
bini
pilem keren… nontonnya sama cowok keren…
alow cowok… miss u so much..
May 28th, 2008
natazya
waktu film ini ada kirain ga menarik jadi males nonton…
pas liat di oprah jadi menyesal yang sebesar besarnya
May 31st, 2008
Reply to “Into The Wild: Christopher McCandless, Sean Penn & Eddie Vedder Killed Me!”