Rasa Syukur Dalam Secangkir Kopi
Hari Minggu sore hari, setelah seharian berkeliling Manado macam backpacker (karena ada backpack di pungung saya) saya nongkrong di Mega Mal. Hujan dan rasa lelah di kaki menghentikan acara jalan-jalan (beneran jalan) saya hari itu.
Soal hujan sih pada awalnya tak begitu mengganggu. Entah kenapa hati saya belakangan gembira terus. Mungkin lantaran (Insya Allah) hari-hari menjadi seorang Bapak makin dekat. Saat semua orang berlari atau minimal mempercepat langkahnya menghindari tetes demi tetes hujan yang jatuh cinta pada bumi, saya malah memperlambat langkah saya. Ah! Saya memang jatuh cinta pada hujan.
Namun perasaan aneh ini entah darimana datangnya. Lama sekali saya tak hujan-hujanan. Entah sudah berapa tahun saya tak menikmati hujan. Makanya acara hujan-hujanan kali ini bak pertemuan dengan kekasih yang lama tak berjumpa.
Kaki yang lelah akhirnya membuat langkah saya berhenti di Mega Mal, lalu hujan berubah menjadi sangat deras. Dalam hati berpikir, hei mungkin ini yang namanya keadilan. Mungkin saya justru tak bisa menikmati hujan jika sedari tadi saya diberikan yang deras. Rintik-rintiklah yang nikmat. Jika deras, mungkin saya akan mengumpat. Terima Kasih.
Lantai empat, tempat orang-orang jualan makanan dan minuman. Dan tempat makan yang pertama saya datangi menjual Soto Rusuk Babi. Sirna rasa lapar saya. Saya beralih ke stand lain yang bertuliskan “Drink Mania” (teman saya pernah bertanya, kenapa bukan drinking mania atau beverages mania. Entahlah)
Secangkir kopi hitam dan satu botol kecil air mineral dingin. Sembilan ribu lima ratus. Saya duduk di meja yang sedianya menghadap ke arah laut. Tempat favorit saya dan bini kala masih pacaran. Tapi saya kecewa. Tak nampak lagi lautan atau (kota) pulau Manado Tua. Kini yang nampak adalah bangunan setengah jadi yang pembangunannya masih dalam penyelesaian yang konon (menurut keterangan supir taksi yang pernah saya naiki, taksinya bukan supirnya!) rencananya gedung ini akan menjadi arena salju.
Salju di daerah tropis? Manusia memang membingungkan. Karena saya pikir pasti ada alasannya kenapa kita para manusia-manusia sawo matang ini hanya diberi dua jenis musim dan salah satunya bukan musim salju.
Dan setelah diamati, meski hujan besar, ternyata para pekerja tetap melaksanakan pekerjaan yang tak seberapa besar gajinya itu. Dan yang membuat saya tercekat adalah kenyataan bahwa penopang yang menjadi pijakan kaki mereka di pinggiran tembok bangunan bertingkat itu hanya beberapa batang bambu. Ya, saya sejak kecil diajari guru-guru saya tentang betapa kuatnya bambu tapi menempatkan nyawa seseorang yang mencari nafkah demi keluarganya pada beberapa batang bambu saya rasa itu sebuah lelucon (yang sama sekali) tak lucu.
Samar-samar di kepala saya seperti ada film yang diputar secara acak. Sebuah kenangan akan iklan layanan masyarakat mengenai keselamatan kerja. Dimana digambarkan si tokoh utama bekerja di proyek pembangunan gedung bertingkat tak menggunakan sabuk pengaman dan piranti keselamatan kerja lainnya. Kemudian gambar selanjutnya adalah semangka yang jatuh dan isinya berhamburan kemana-mana. Penggambaran kepala yang pecah. Ngeri.

Bukan lantaran manusia makin alim rasanya jika belakangan keselamatan disemua bidang makin tak diperhatikan terutama jika penanganan keselamatan itu akan merogoh kocek si penyedia. Untung Tuhan tak marah dan membakar pantat para bos dan petinggi negeri ini yang mengabaikan standar keselamatan masyarakat yang ketika terjadi kecelakaan mereka beramai-ramai berujar:
“Yah, ini memang kehendak Tuhan….”
Gusti, matur nuwun atas semuanya….
KETERANGAN GAMBAR : Dipotret oleh saya sendiri dari foodcourt Mega Mal, Manado menggunakan Kamera Ponsel Nokia E71.
Tags: Buruh, Hujan, kopi, Mall, manado, Mega Mal, sulawesi utara, sulut






21 Comments, Comment or Ping
sluman slumun slamet
indonesia….
mana itu K3?
saya masih sering lihat gedung-gedung tinggi masih setia pakai bambu. mungkin karena kekuatannya yang telah teruji ya. tapi mbok ya kemanan kerja selalu ditingkatkan, apa karena begitu murahnya harga nyawa di Indonesia. bukankah masih banyak yang mengantre kerja?
ahhh mbuh!
Aug 11th, 2008
Hedi
aku ga ngerti sistem kerja di bangunan besar gitu, entah borongan atau harian. Bisa jadi dua-duanya (pemilik dan pekerja) ngotot nguber upah…membingungkan ah!
Hedi last post: Indonesia Bisa Main Bola, kok!
Aug 11th, 2008
mahadewa
wah masih hangat. kopinya dan ceritanya. hemm…
mahadewa last post: Cemburu Sama Kucing?
Aug 11th, 2008
mba deni
kalo pas jamanku kerja di PT Badak dulu, semua pekerjaan tingkat tinggi pake standard pengamanan internasional. dari pijakan yg terbuat dari scafold besi, safety helmet, safety boot, dan masker…
hmmm…scafolding itu mahal kalo beli tapi murah kalo nyewa. sepertinya di manado belum ada vendor penyedia scafolding ya….
masuk aahhh…(jiwa bisnis yg menggeliat..) hihihi..
btw, di surabaya arena salju2an ga laku. sebuah pembodohan iklim yang nikmatnya hanya sekejap, setelah kita sdar duit yg kita keluarkan ngga sebanding dgn kenyataan suhu diluar bangunan yg 180′ beda!!!!
Aug 12th, 2008
Panda™
betul…keselamatan nyawa di Indonesia masih nomor ke sekian…
bukan Indonesia namanya kalo tidak aneh…
entah kapan negeri ini berhenti mencintai rasa aneh…
Panda™ last post: Dapet Kaos Gratis
Aug 12th, 2008
abdee
kadang para tukang juga ndak mau ribet pake alat pengaman…
jadinya klop deh…
abdee last post: Balada Jodoh Ala Pramuka
Aug 13th, 2008
hanggadamai
sedih memang, tapi indonesia memang tidak mementingkan hal2 seperti itu
hanggadamai last post: Saatnya Blogger Bogor Bergerak!!!
Aug 15th, 2008
mahadewa kemplu
kapan dek Bono lairan nih kang..
mahadewa kemplu last post: Cemburu Sama Kucing?
Aug 16th, 2008
mahadewa kemplu
kapan ki dek Bono-ne lairan kang???
wah…mugo2 lancar lan berkah yo…
mahadewa kemplu last post: Cemburu Sama Kucing?
Aug 16th, 2008
anakperi
mingsih siaga, Bang?
Aug 16th, 2008
Gelandangan
secangkir kopi emank dapat memberikan inovasi super dalam otak apalagi ditambah dengan rokok
Aug 16th, 2008
Ray Rizaldy
daku malah lebih sedih pas iklan anak yang menangis ketika diberi tahu bapaknya kecelakaan di saat kerja. it works
daku jadi sedikit paranoid abis nonton iklan itu
Ray Rizaldy last post: Ayam Goreng Depan Kosmu
Aug 17th, 2008
sKyR!d3r
,..masih ada artikah nyawa di dalam dunia kapitalis?
sKyR!d3r last post: ..dirgahayu Indonesiaku
Aug 19th, 2008
pudakonline
kalimat terakhir bikin adhem!
pudakonline last post: Human Behavior
Aug 19th, 2008
From Baghdad
tuntutan hidup membuat mereka tegar bang, sungguh negaraku ironi dunia.
From Baghdad last post: MALAYSIA PROTOTYPE NEGARA IDEAL
Aug 20th, 2008
dhany
iya bangpay semua jadi was2 nih kalo pergi kemana-mana nyawa jadi taruhanya
dhany last post: kreeeeek……malunya..
Aug 21st, 2008
genthokelir
halooo pa kabar Bangpay lama tak ikuti postingan anda maklum saya di hutan berbulan bulan no signal GPRS pasti karena towernya lagi saya bikin heheheh
begitu pulang langsung semalam buka semua post temen heheheheh
Kenapa kangen juga ya
Mengenai postingan anda memang itulah kenyataan yang banyak terjadi saya sendiri kadang sangat risau hingga akhirnya marah2 ketika lihati pekerja kita teledor tidak mengenakan sabuk pengaman ketika menaiki tower dan anak2 yang dibawah tidak memakai helm padahal saya sudah memfasilitasi K3 ( bukan karena peraturan tapi karena lebih dari kedekatan emosional dengan pekerja ) tapi saya juga tidak lelah untuk terus memberikn pengarahan khususnya pekerja saya sendiri
salam sukses dan sehat selalu untuk bangpay
genthokelir last post: Sehari Semalam
Aug 23rd, 2008
satrio
lha saya saja kerja tanpa pengaman santai-santai saja..
padahal pekerjaan saya beresiko tinggi lho..
satrio last post: Soft Spot
Aug 24th, 2008
utchanovsky
Bener juga yah, marak nih berita karyawan yg jatuh dari ketinggian gara2 periferal yg gak mendukung. Baru2 ini si yg di menara RCTI
utchanovsky last post: Jalan Raya Cacing Cilincing
Aug 29th, 2008
ma6ma
klo g salah pers. konstruksi yg besar tu ad semacam pengawas k3 gitu pak. klo pekerjanya g pake pengaman ato semacamny maka dia didenda.
cuma kayaknya g semua persh. konstruksi ky gt… .
ma6ma last post: SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
Sep 2nd, 2008
mba deni
BANGPAY!!! SELAMAT ATAS KELAHIRAN BABY NYA YOOOW!!!
suwi gak onlen ki…
mba deni last post: Perjalanan Dinas with Love
Sep 10th, 2008
Reply to “Rasa Syukur Dalam Secangkir Kopi”