bangpay.org

Avatar

Grundelan, ngunandika, ngomyang dan ngromed di kala senggang. Sekedar mampir ngombe di jagad maya.

Rendezvous With Denmas Bule Gimbal

Ini cerita pribadi. Terjadi beberapa minggu lalu ketika saya terjebak satu mobil dengan seorang bule yang berasal dari Paris, Perancis (ingin ke Gorontalo mengejar kapal ferry menuju Luwuk Banggai, lalu ke Tana Toraja) yang hangudubillah bulu keteknya kemana-mana karena dia kepanasan selama di Indonesia sehingga memutuskan untuk menggunting semua kausnya di bagian lengan. Jenius!

Visit Indonesia 2008

Jika anda merasa kesepian di dunia ini, baca terus tulisan ini karena (semoga) anda akan mendapat pencerahan akan betapa beruntungnya diri anda.

Delapan jam perjalanan Manado – Gorontalo adalah waktu yang dijatahkan Tuhan untuk seorang bule slenge’an bertemu dan ngobrol dengan saya. Bule yang ngakunya bernama Simon ini baru 5 hari berada di Indonesia, Manado tepatnya ketika bertemu saya. Rambutnya sebahu berwarna seperti surai singa, hanya saja dibuat gimbal (jangan mbayangin singa gimbal!), lebih meyakinkan lagi dengan tato singa di lengannya.

Badannya kekar, tipikal peselancar, hanya membawa sebuah tas yang berisi segala keperluannya dan selama perjalanan tas itu selalu ia pegang. Setengah jam pertama tak ada obrolan antar kami. Saya hanya tersenyum jika bertubrukan pandangan (damn! His tattoo is awesome!), mungkin si Raden Bule Singo Gimbal ini berpikir: “Wah ternyata betul orang Indonesia suka senyum… I’ll learn it later” karena si Bule tak pernah membalas senyum saya.

Mobil berhenti lantaran si supir ingin kencing. Saya dan si Bule juga ikut-ikutan kencing di kebun kelapa itu. Si Denmas Singo Gimbal kebingungan. Where I Have To Pee? Katanya. Saya jawab saja: Welcome To Indonesia, Sir! Go pee here or there. Don’t Isin-isin. Up To You….

Nah setelah kencing akhirnya Denmas Singo Gimbal mempunyai teman. Rupanya di tengah gegap gempita kampanye Kota Manado menjadi Kota Pariwisata Dunia di tahun 2010 dan proyek Visit Indonesia Year 2008 (yang udah mau habis), Denmas Singo Gimbal kesepian di Indonesia lantaran –bahkan resepsionis hotel tempatnya menginap di Manado pun tak bisa berbahasa (minimal) inggris. Dan saya orang ketiga yang bisa ia ajak bicara dalam kunjungan 5 harinya ini.

Dia bercerita tentang pengalamannya di Indonesia. Tentang bagaimana sakit hatinya ia ketika membayar apapun maka ia akan dikenai biaya minimal dua kali lipat dari yang seharusnya. Untuk urusan ini saya bilangin saja, itulah pengertian wisatawan di sini. Jangankan bule, wong saya saja kalo jalan-jalan kemana dan ketahuan bukan dari daerah situ juga akan dikenai biaya yang lebih mahal lho.

Tentang orang Indonesia terutama ABG dan Tante-tante yang (menurut dia) terlalu kurang ajar tanpa permisi memotretnya dimanapun meskipun dia bukan siapa-siapa. Saya bilang: “Yeah, maybe you just make their v*gina gets itchy!”. Denmas Bule Gimbal tertawa keras mendengar kalimat saya sambil nanya apakah saya ini pskiater gendeng…

Tentang arah pembangunan pariwisata yang salah dimana yang dibangun justru mall, atau segala sesuatu yang jelas-jelas sudah ada di luar negeri sehingga turis merasa ndak kemana-mana. Lagi-lagi saya ngeyel: “No, sir… That’s wasn’t built for you! That’s for us, anyway…” Sedangkan para turis kami suguhi dengan ketidaknyamanan transportasi, ketidakamanan hotel, ketidakjelasan pariwisata, kekumuhan Indonesia yang saya telah klarifikasi memang itulah yang dianggap sebagai kenangan manis para turis selama di Indonesia. Jangan-jangan karena di negara mereka memang ndak ada hal seperti itu.

Makanya jangan heran kalau Indonesia ini dikenal sebagai negara yang relijius. Saking amannya transportasi di dunia barat misalnya semua orang akan merasa aman selama bepergian dan berpikir hanya terorislah yang bisa menyebabkan kecelakaan. Sedang di Indonesia, transportasi kita begitu mendekatkan manusia dengan Tuhannya, karena itu masih banyak orang yang berdoa ketika hendak menaiki angkot! (ah supir angkot itu kini nampak seperti utusan Tuhan…)

Denmas Bule Gimbal bercerita tentang betapa indahnya Bunaken. Its like heaven! Keindahannya, kealamiannya dan segalanya membuat ia begitu terkagum-kagum.

”I Wish I Live In Here….” Katanya.

Sambil membuka botol air mineral, saya berujar: “Becareful of what you wish for, denmas…”

–BERSAMBUNG

Tags: , , , ,

Tulisan Yang Lain :

31 Comments, Comment or Ping

  1. hahahaha… :lol:
    It’s reality, though :D

    I’m waiting for the next chapter :)
    namada last post: Sympathy, or Empathy?

  2. Lucu sekaligus ironis ya, mas.
    Saya jadi inget temen asal London yg naik travel dari jogja ke malang. kata dia, “my car almost hit by truck in the middle of the trip. maybe the driver was inspired by Formula One”. Saya ketawa, saya bilang ke dia semua supir/rider di Indonesia maunya ngebut terus hahaha

    Hedi last post: Iklan Nike - CR7

  3. hahaha jarang2 tuh bule ke Gorontalo :-D

  4. Indonesia memang negara yang bikin bule betah, buktinya Belanda ampe 350 Tahun nongkrong dinegeri ini. Hehehe…

    TENGKU PUTEH last post: MANIS, ASAM, ASIN BAHKAN PAHIT KEHIDUPAN

  5. yah semoga bulan depan sampena ketemu sama bulewati yang maknyusss….

  6. Hm… Cerita yang berbeda…

  7. Walah, saya malah bingung klo lago ngobrol sama bule, apalagi klo bulenya cewek cakep…
    Waktu di Bali ada seorang bule cewek cakep, muji anak perempuanku dengan sebutan cute.
    Lalu dilanjutkan dengan bertanya, “Is she Balinesse??”
    Dengan gugup sambil melihat bule itu, mau jawab Javanesse malah kliru Japanesse… No, she is Japanesse… :lol:
    Hoalah, kok kowe dadi soko Jepang tho, nduk… :( goro-goro bapakmu sing pekok iki…

  8. hahaha. jangan2 dy homo bang. gak mau difoto cewek. maunya cowok. kencing juga bareng2 cowok di semak. :P
    Ray Rizaldy last post: Belum Ada Judul

  9. wah, bersambung ya mas?
    ditunggu tetralogi bule gimbalnya…

    Bule Singonya nek neng Malang bisa untuk maskot Aremania dong?

    grubik last post: heroes of the day

  10. Kang pay, wah penasaran nih cerita lengkapnya. Setau aku orang Perancis tidak begitu suka ama yang namanya Bhs Inggris. Jadi kalo berkomunikasi dengan mereka sama aja kayak orang indonesia.
    Satu hal dan kebiasaan orang perancis dan selalu saya alami selama ini, selalu Rendrez-vous untuk melakukan sesuatu. Jadi pengen tau cerita selanjtunya. Ditunggu

    Musa last post: Foire internationale et gastronomique de Dijon 2008

  11. @Bangpay,
    Ya gitulah orang perancis, katanya lebih bangga dengan bahasa negaranya sendiri.

    Musa last post: Foire internationale et gastronomique de Dijon 2008

  12. Langsung menuju Google Translator dengan keyword pencarian…

    “itchy”

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>> whuZZZ

    utchanovsky last post: Lagu Efek Rumah Kaca yang Paling Nyetrum

  13. walah bersambung to…

    aku paling ngakak dengan “Yeah, maybe you just make their v*gina gets itchy!”.

    abdee last post: Balada KTP Tembak Buat Naik Haji

  14. Waks!!!

    Nyesel dech tuch bule ketemu ente bang pay….

  15. adipati kademangan

    Saya sangat suka sekali dengan kalimat ini
    “…di Indonesia, transportasi kita begitu mendekatkan manusia dengan Tuhannya … “

  16. hhhmmmm hueehheee :D
    ciwir last post: Quick Count

  17. huihihihiii mas bangpay bisa ngomong inggeris toh…?

  18. wekekekek…pantas negara kita ini “religius”…hahahha

    sachroel last post: Kok disebut "lampu merah" ?

  19. wah mas tinggal dimana sih kok bisa ketemu bule!!!!
    asik dong aku juga pengen!!!

    ainulfahmi last post: pEnyEsAlAn tInGkAt tInGgI (~_~)

  20. wah aku jadi iri nih!!!
    hi!!!

    ainulfahmi last post: pEnyEsAlAn tInGkAt tInGgI (~_~)

  21. eh tukeran link yukz!!!!

    ainulfahmi last post: pEnyEsAlAn tInGkAt tInGgI (~_~)

  22. hahahhahaaa bersambung
    seneng apa nggak ya bulenya tuh bareng sampean
    kikiki
    ndlogog tenan hahaha

    genthokelir last post: Buah Manis Persaudaraan

  23. aku yo pernah kenal karo londo perancis, tapi pinter banget basa jawa. lha wong kuliahe satra jawa

  24. hihi…blom tau tuh si denmas bule…….karakter orang indonesia….
    mungkin dia berpikir indonesia ini indah tapi masyarakatnya kok gini yah?

    ALex last post: Muhammad Al-Fatih : Sang Pembebas Konstantinopel

  25. find wisdom even in a condom.
    makasih, kang.
    ah, saya memang terlalu naif jika berurusan dengan makhluk itu..

    satrio last post: pikiranku pun kembali ke bumi..

  26. kalimat terakhir
    “becareful of what u wish for….”
    langsung teringat dengan nasib kawan2 yg penempatan di luar jawa
    qqqqq

    ditunggu cerita selanjutnya bang ^_^

    auaja last post: A THOUSAND SPLENDID SUNS

  27. steward

    great story…..
    bagian peeing yang saya suka…. no Isin-isin here or there…….
    asli sy ngakak dibagian ini….. So… Welcome to Indonesia…
    I can’t wait for the next chapter……

    thx bangpay

  28. Jangan-jangan itu bule yg lagi lari-lari (pelarian) di negaranya, makanya ngak mau dipotret. Takut photonya tersebar luas.

    Juliach last post: Lega sudah

  29. Tapi bener loh, menurut orang bule: Indonesia itu merupakan surga dunia jika budaya dan alamnya masih asri.

    Itu bule pada seneng kok nginap di rumah kayu, makan pisang goreng dan minum di warkop jam 4 pagi sebelum kami berangkat berkeliling Jawa-Bali-Lombok. Menurut mereka orang kita itu sangat kuat dan pejuang keras.

    Juliach last post: Lega sudah

  30. …bisa nyambi nih bang, jadi guide dadakan.. :-)
    sKyR!d3r last post: Reaksi Saat Bursa Anjlok

Reply to “Rendezvous With Denmas Bule Gimbal”