Rendezvous With Denmas Bule Gimbal
Ini cerita pribadi. Terjadi beberapa minggu lalu ketika saya terjebak satu mobil dengan seorang bule yang berasal dari Paris, Perancis (ingin ke Gorontalo mengejar kapal ferry menuju Luwuk Banggai, lalu ke Tana Toraja) yang hangudubillah bulu keteknya kemana-mana karena dia kepanasan selama di Indonesia sehingga memutuskan untuk menggunting semua kausnya di bagian lengan. Jenius!

Jika anda merasa kesepian di dunia ini, baca terus tulisan ini karena (semoga) anda akan mendapat pencerahan akan betapa beruntungnya diri anda.
Delapan jam perjalanan Manado – Gorontalo adalah waktu yang dijatahkan Tuhan untuk seorang bule slenge’an bertemu dan ngobrol dengan saya. Bule yang ngakunya bernama Simon ini baru 5 hari berada di Indonesia, Manado tepatnya ketika bertemu saya. Rambutnya sebahu berwarna seperti surai singa, hanya saja dibuat gimbal (jangan mbayangin singa gimbal!), lebih meyakinkan lagi dengan tato singa di lengannya.
Badannya kekar, tipikal peselancar, hanya membawa sebuah tas yang berisi segala keperluannya dan selama perjalanan tas itu selalu ia pegang. Setengah jam pertama tak ada obrolan antar kami. Saya hanya tersenyum jika bertubrukan pandangan (damn! His tattoo is awesome!), mungkin si Raden Bule Singo Gimbal ini berpikir: “Wah ternyata betul orang Indonesia suka senyum… I’ll learn it later” karena si Bule tak pernah membalas senyum saya.
Mobil berhenti lantaran si supir ingin kencing. Saya dan si Bule juga ikut-ikutan kencing di kebun kelapa itu. Si Denmas Singo Gimbal kebingungan. Where I Have To Pee? Katanya. Saya jawab saja: Welcome To Indonesia, Sir! Go pee here or there. Don’t Isin-isin. Up To You….
Nah setelah kencing akhirnya Denmas Singo Gimbal mempunyai teman. Rupanya di tengah gegap gempita kampanye Kota Manado menjadi Kota Pariwisata Dunia di tahun 2010 dan proyek Visit Indonesia Year 2008 (yang udah mau habis), Denmas Singo Gimbal kesepian di Indonesia lantaran –bahkan resepsionis hotel tempatnya menginap di Manado pun tak bisa berbahasa (minimal) inggris. Dan saya orang ketiga yang bisa ia ajak bicara dalam kunjungan 5 harinya ini.
Dia bercerita tentang pengalamannya di Indonesia. Tentang bagaimana sakit hatinya ia ketika membayar apapun maka ia akan dikenai biaya minimal dua kali lipat dari yang seharusnya. Untuk urusan ini saya bilangin saja, itulah pengertian wisatawan di sini. Jangankan bule, wong saya saja kalo jalan-jalan kemana dan ketahuan bukan dari daerah situ juga akan dikenai biaya yang lebih mahal lho.
Tentang orang Indonesia terutama ABG dan Tante-tante yang (menurut dia) terlalu kurang ajar tanpa permisi memotretnya dimanapun meskipun dia bukan siapa-siapa. Saya bilang: “Yeah, maybe you just make their v*gina gets itchy!”. Denmas Bule Gimbal tertawa keras mendengar kalimat saya sambil nanya apakah saya ini pskiater gendeng…
Tentang arah pembangunan pariwisata yang salah dimana yang dibangun justru mall, atau segala sesuatu yang jelas-jelas sudah ada di luar negeri sehingga turis merasa ndak kemana-mana. Lagi-lagi saya ngeyel: “No, sir… That’s wasn’t built for you! That’s for us, anyway…” Sedangkan para turis kami suguhi dengan ketidaknyamanan transportasi, ketidakamanan hotel, ketidakjelasan pariwisata, kekumuhan Indonesia yang saya telah klarifikasi memang itulah yang dianggap sebagai kenangan manis para turis selama di Indonesia. Jangan-jangan karena di negara mereka memang ndak ada hal seperti itu.
Makanya jangan heran kalau Indonesia ini dikenal sebagai negara yang relijius. Saking amannya transportasi di dunia barat misalnya semua orang akan merasa aman selama bepergian dan berpikir hanya terorislah yang bisa menyebabkan kecelakaan. Sedang di Indonesia, transportasi kita begitu mendekatkan manusia dengan Tuhannya, karena itu masih banyak orang yang berdoa ketika hendak menaiki angkot! (ah supir angkot itu kini nampak seperti utusan Tuhan…)
Denmas Bule Gimbal bercerita tentang betapa indahnya Bunaken. Its like heaven! Keindahannya, kealamiannya dan segalanya membuat ia begitu terkagum-kagum.
”I Wish I Live In Here….” Katanya.
Sambil membuka botol air mineral, saya berujar: “Becareful of what you wish for, denmas…”
–BERSAMBUNG
Tags: gorontalo, manado, pariwisata, visit indonesia 2008, wisata





31 Comments, Comment or Ping
namada
hahahaha…
It’s reality, though
I’m waiting for the next chapter
namada last post: Sympathy, or Empathy?
Nov 12th, 2008
Hedi
Lucu sekaligus ironis ya, mas.
Saya jadi inget temen asal London yg naik travel dari jogja ke malang. kata dia, “my car almost hit by truck in the middle of the trip. maybe the driver was inspired by Formula One”. Saya ketawa, saya bilang ke dia semua supir/rider di Indonesia maunya ngebut terus hahaha
Hedi last post: Iklan Nike - CR7
Nov 12th, 2008
syamsu
hahaha jarang2 tuh bule ke Gorontalo
Nov 12th, 2008
TENGKU PUTEH
Indonesia memang negara yang bikin bule betah, buktinya Belanda ampe 350 Tahun nongkrong dinegeri ini. Hehehe…
TENGKU PUTEH last post: MANIS, ASAM, ASIN BAHKAN PAHIT KEHIDUPAN
Nov 12th, 2008
kyai slamet
yah semoga bulan depan sampena ketemu sama bulewati yang maknyusss….
Nov 12th, 2008
Serendipity
Hm… Cerita yang berbeda…
Nov 12th, 2008
sapimoto
Walah, saya malah bingung klo lago ngobrol sama bule, apalagi klo bulenya cewek cakep…
goro-goro bapakmu sing pekok iki…
Waktu di Bali ada seorang bule cewek cakep, muji anak perempuanku dengan sebutan cute.
Lalu dilanjutkan dengan bertanya, “Is she Balinesse??”
Dengan gugup sambil melihat bule itu, mau jawab Javanesse malah kliru Japanesse… No, she is Japanesse…
Hoalah, kok kowe dadi soko Jepang tho, nduk…
Nov 13th, 2008
Ray Rizaldy
hahaha. jangan2 dy homo bang. gak mau difoto cewek. maunya cowok. kencing juga bareng2 cowok di semak.
Ray Rizaldy last post: Belum Ada Judul
Nov 13th, 2008
grubik
wah, bersambung ya mas?
ditunggu tetralogi bule gimbalnya…
Bule Singonya nek neng Malang bisa untuk maskot Aremania dong?
grubik last post: heroes of the day
Nov 13th, 2008
Musa
Kang pay, wah penasaran nih cerita lengkapnya. Setau aku orang Perancis tidak begitu suka ama yang namanya Bhs Inggris. Jadi kalo berkomunikasi dengan mereka sama aja kayak orang indonesia.
Satu hal dan kebiasaan orang perancis dan selalu saya alami selama ini, selalu Rendrez-vous untuk melakukan sesuatu. Jadi pengen tau cerita selanjtunya. Ditunggu
Musa last post: Foire internationale et gastronomique de Dijon 2008
Nov 13th, 2008
Musa
@Bangpay,
Ya gitulah orang perancis, katanya lebih bangga dengan bahasa negaranya sendiri.
Musa last post: Foire internationale et gastronomique de Dijon 2008
Nov 13th, 2008
utchanovsky
Langsung menuju Google Translator dengan keyword pencarian…
“itchy”
>>>>>>>>>>>>>>>>>>> whuZZZ
utchanovsky last post: Lagu Efek Rumah Kaca yang Paling Nyetrum
Nov 14th, 2008
abdee
walah bersambung to…
aku paling ngakak dengan “Yeah, maybe you just make their v*gina gets itchy!”.
abdee last post: Balada KTP Tembak Buat Naik Haji
Nov 14th, 2008
Donald56
Waks!!!
Nyesel dech tuch bule ketemu ente bang pay….
Nov 14th, 2008
adipati kademangan
Saya sangat suka sekali dengan kalimat ini
“…di Indonesia, transportasi kita begitu mendekatkan manusia dengan Tuhannya … “
Nov 14th, 2008
ciwir
hhhmmmm hueehheee
ciwir last post: Quick Count
Nov 14th, 2008
langitkotabandung
huihihihiii mas bangpay bisa ngomong inggeris toh…?
Nov 14th, 2008
sachroel
wekekekek…pantas negara kita ini “religius”…hahahha
sachroel last post: Kok disebut "lampu merah" ?
Nov 15th, 2008
ainulfahmi
wah mas tinggal dimana sih kok bisa ketemu bule!!!!
asik dong aku juga pengen!!!
ainulfahmi last post: pEnyEsAlAn tInGkAt tInGgI (~_~)
Nov 15th, 2008
ainulfahmi
wah aku jadi iri nih!!!
hi!!!
ainulfahmi last post: pEnyEsAlAn tInGkAt tInGgI (~_~)
Nov 15th, 2008
ainulfahmi
eh tukeran link yukz!!!!
ainulfahmi last post: pEnyEsAlAn tInGkAt tInGgI (~_~)
Nov 15th, 2008
genthokelir
hahahhahaaa bersambung
seneng apa nggak ya bulenya tuh bareng sampean
kikiki
ndlogog tenan hahaha
genthokelir last post: Buah Manis Persaudaraan
Nov 16th, 2008
endar
aku yo pernah kenal karo londo perancis, tapi pinter banget basa jawa. lha wong kuliahe satra jawa
Nov 17th, 2008
ALex
hihi…blom tau tuh si denmas bule…….karakter orang indonesia….
mungkin dia berpikir indonesia ini indah tapi masyarakatnya kok gini yah?
ALex last post: Muhammad Al-Fatih : Sang Pembebas Konstantinopel
Nov 19th, 2008
satrio
find wisdom even in a condom.
makasih, kang.
ah, saya memang terlalu naif jika berurusan dengan makhluk itu..
satrio last post: pikiranku pun kembali ke bumi..
Nov 19th, 2008
auaja
kalimat terakhir
“becareful of what u wish for….”
langsung teringat dengan nasib kawan2 yg penempatan di luar jawa
qqqqq
ditunggu cerita selanjutnya bang ^_^
auaja last post: A THOUSAND SPLENDID SUNS
Nov 20th, 2008
steward
great story…..
bagian peeing yang saya suka…. no Isin-isin here or there…….
asli sy ngakak dibagian ini….. So… Welcome to Indonesia…
I can’t wait for the next chapter……
thx bangpay
Nov 21st, 2008
Juliach
Jangan-jangan itu bule yg lagi lari-lari (pelarian) di negaranya, makanya ngak mau dipotret. Takut photonya tersebar luas.
Juliach last post: Lega sudah
Nov 21st, 2008
Juliach
Tapi bener loh, menurut orang bule: Indonesia itu merupakan surga dunia jika budaya dan alamnya masih asri.
Itu bule pada seneng kok nginap di rumah kayu, makan pisang goreng dan minum di warkop jam 4 pagi sebelum kami berangkat berkeliling Jawa-Bali-Lombok. Menurut mereka orang kita itu sangat kuat dan pejuang keras.
Juliach last post: Lega sudah
Nov 21st, 2008
sKyR!d3r
…bisa nyambi nih bang, jadi guide dadakan..
sKyR!d3r last post: Reaksi Saat Bursa Anjlok
Nov 28th, 2008
Reply to “Rendezvous With Denmas Bule Gimbal”