bangpay.org

Avatar

Grundelan, ngunandika, ngomyang dan ngromed di kala senggang. Sekedar mampir ngombe di jagad maya.

Dan Semua Rumuspun Sirna

Dalam berbagai kesempatan, saya sering menganggap Tuhan sebagai tokoh yang humoris. Maha Humoris. Tentu bukan berarti saya mengatakan Tuhan itu konyol –yang dibuat-buat dengan memaksa. Humor cerdas yang hanya milik-Nya. Hak yang jelas kita tak punya.

family

Dalam berbagai kesempatan kita diajak bercanda. Tak sama dengan manusia, ada sebuah rencana besar dalam canda yang Beliau lempar. Life’s a big joke, kata seseorang.

Tentu bukan joke milik kita. Kadang kala sapaan penuh canda Tuhan, kita tanggapi dengan demikian seriusnya. Hingga kita marah, mengutuk, memaki, menyalahkan atau putus asa. Banyak juga yang kemudian merasa ada yang salah dengan perencanaan, manajemen ataupun strateginya dalam hidup.

Yang saya rasa, Tuhan malah menunjukkan kebesaraan-Nya dengan sedemikian cueknya. Akal kita dibanting. Keyakinan kita diruntuhkan. Kekuatan kita dikebiri. Logika kita dipenuhi kabut. Untuk lalu –jika beruntung kita akan dengan legowo mengakui bahwa kita itu bukan apa-apa.

Joke itu bisa berupa rejeki, keseuksesan, ataupun musibah. Suatu hari di bandara, saya pernah ngobrol dengan seorang Bapak yang juga menunggu pesawat yang sama dengan saya.

Beliau bercerita bahwa sebenarnya kini ia tak begitu suka melakukan perjalanan udara karena konon maskapai penerbangan melakukan segalanya untuk efisiensi. Ia takut terjadi kecelakaan. Tiba-tiba seorang Bapak yang jauh lebih tua bertutur:

“Lho kenapa begitu, pak? Bukankah pada akhirnya kita harus sadar bahwa musibah itu ndak ada rumusnya?”

Saya yakin Tuhan tersenyum, atau hanya saya saja yang kurang ajar berani-beraninya membayangkan Beliau tersenyum.

Mau naik Garuda (nama maskapai, bukan jenis makanan) pun kalau memang jatahnya ciloko ya terjadi saja. Atau lagi enak-enak tidur ngorok dengan mulut mangap trus kejatuhan tai cicak, itu kan di luar kekuasaan kita. Bisa juga lagi enak-enak “kumpul” dengan istri eh tiba-tiba jantungan lalu modar.

Pada akhirnya kita tak bisa merangkai rumus apapun. Sang Bapak tua menambahkan:

“Yang bisa kita lakukan hanyalah usaha yang maksimal dan keikhlasan dalam setiap jengkal kehidupan kita….”

Ketika naik pesawat, saya berpikir. Betul juga, saya tak berhak apalagi kompeten untuk memeriksa mesin pesawat yang akan saya naiki ini layak terbang atau tidak. Yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa:

“Ya Allah segala sesuatunya adalah milik-Mu. Hidupku dan matiku adalah bukti kebesaran-Mu jua. Dan segalanya akan kembali pada-Mu….”

Dan kini, saya hanya tersenyum ketika Tuhan dengan segala kuasa-Nya memindahkan lokasi syuting kehidupan saya ke Luwuk. Sampai jumpa, Manado!

Gusti Kang Murbeng Dumadi, titip Lanang dan Istri saya ya….

Tags: , , , , , , ,

Tulisan Yang Lain :

27 Comments, Comment or Ping

  1. Wah, jadi yang pertama koment ni… Hehehe, yes…
    Pindah Ke Luwuk ya Bang? Berkelana lagi, bagaikan sang Pengembara…

  2. Kita punya rumus, tapi ada titik kecil yang bisa membuat rumusan kita itu tak sejalan. Mudah2an dimanapun Abang berada mampu menikmati hidup, bersama Jeng Tika bersama Lanang pula…

    TENGKU PUTEH last post: WAJAH PASARAN

  3. Oh ya bang, dimana pun berada tetap menulis soalnya saya salah satu pencandunya… Hehehe…

    TENGKU PUTEH last post: WAJAH PASARAN

  4. gile musafir terus nih, semoga betah dan lancar jaya segala urusan, kang

  5. Welcome to luwuk bossss………

  6. Tentu saja aku sedih makin jauh darimu juga akan ada sejuta rindu yang tak bisa kuungkap lewat kata-kata. Tapi akan selalu ada bergalon-galon semangat, harapan dan doa yang terkirim untukmu.

    Tetap bersabar, istiqamah, dan selalu berdoa.
    Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita semua.

    Semangat, Ayah!
    Kita akan menghadapinya dan melaluinya bersama-sama.

    Peluk cium dariku untukmu, sayang…

    I LOVE YOU FULL!!!

  7. salam untuk Irvan Febryanto dan Bekti, kang!
    kalau mereka belom kena mutasi..

    jalanmu disana, jalanku disini, semoga nanti jalan kita berpapasan pada titik yang lebih baik dari kemarin ketika kita bertemu.

  8. oh ya, semoga aku bisa ketemu istri dan anakmu lain kali.

    satrio last post: Football Manager 2009

  9. selamat pindahan lagi kang :-D

  10. Halo bang Pay,
    Nice article bang! sebagai manusia kita juga diberi keterbatasan ingatan. Ketika senang mungkin tidak keberatan tidak pakai rumus..tapi kalau lagi susah dan sedih..otak pun mulai bekerja keras mencari rumus, mengerjakan persamaan supaya masalah kehidupan ini cepat beres. Betapa indahnya nasihat bapak tua tersebut. Menjalani kehidupan dengan keikhlasan dan menyandarkan diri pada kehumorisanNya. Benar2 ‘rumus’ hidup damai! Have a safe and great journey!

    nadin last post: Sepatu Baru

  11. semangat!!!!!

    skah last post: bingung

  12. selamat jalan boss…
    jangan lupa nuliss terus yah

  13. wawuk?
    saru!

  14. selamat berpindah tempat ketempat baru
    nyusun rumus lagi hahhahaaa
    slamat dan sukses

    genthokelir last post: Memimpin Bukan Menguasai

  15. arep komen malah kelalen arep komen apa mau. hehehehe

    bangsari last post: Hari Baik Bulan Baik

  16. tuhan itu harus kita sayangi selayaknya kekasih !!!
    ok!!!

    ainulfahmi last post: kAjAtUhAn aWaRd

  17. Maaf nyrobot antrian. Salam kenal mas :D
    Hejis last post: REFLEKSI

  18. Dan tak seorangpun masuk surga, kecuali dengan kehendak-Nya

    pudakonline last post: I Read It Recently

  19. Nanti kalau sudah ketemu rumusnya, mohon untuk dishare, Boss…
    Lha kok sudah mutasi lagi, Boss??? Resiko pekerjaan yang sangat berat dan sangat membuat was-was… :(
    Walaupun tidak rumusnya, boleh tho saya tetep was-was??? :)
    sapimoto last post: Grebeg Suro Kota Reyog Ponorogo

  20. wah… jadinya berpisah dengan anak istri nich…
    sama dong… hehehe :D :D
    ciwir last post: Umbul Cokro

  21. iya kang,
    rumusnya adalah jalani saja dengan ikhlas..

    sugeng makaryo di tempat baru, piSS

    grubik last post: tentang seekor kambinG

  22. wah di tem,pat yang baru nggak bisa update blog hahahahaha

    genthokelir last post: Selanjutnya Kesempatan

  23. Seringkali nilai2 luhur kepasrahan ini dimanipulasi buat merekayasa kesadaran demi kepentingan kelas.

    Ini yang kurang ajar

    utchanovsky last post: Old Stories…!!!

  24. nasibmu mas…

    abdee last post: Balada Kampanye Menyusui

  25. waaah kok ya sama sih dengan apa yang ada di kepalaku…
    bahwa Tuhan senang bercanda dengan kita :D

  26. pengalaman yg menarik mas..

    neta last post: I’m Back

Reply to “Dan Semua Rumuspun Sirna”