Saya, Kita Dan Dunia Menulis
Meskipun sejak kecil kita sudah belajar untuk menulis, tapi toh ketika saya beranjak menua ini saya tetap sering kesulitan untuk menulis. Apalagi untuk menulis sesuatu yang ada di benak pikiran saya. Entah referensi vocabulary otak saya yang terbatas atau justru otak saya lah yang terlalu njlimet dalam pola dan sistematika berpikirnya.

Kita bangsa Indonesia konon memang cenderung menjadi bangsa yang lebih senang ndobos (daripada mencatat) sehingga banyak sekali sejarah masa lampau yang hanya bisa ditelusuri dari dongeng turun menurun dari mulut ke mulut. Yang namanya cerita lisan itu kan selalu makin lama dan makin pindah lambe akan makin mantep dan rame tambalan ceritanya.
Kalaupun ada bukti otentik tentang sejarah kita yang berupa tulisan, babad, atau naskah, toh bangsa yang tinggi imajinasinya ini sering keterlaluan bolehnya hiperbolis dalam menuliskan suatu kedaden alias peristiwa. (Terima Kasih, Pram!)
Catatan peristiwa yang lebih sering kecampur dongeng tentang raja yang kawin dengan makhluk halus, cerita tentang kesaktian pendekar nir tandingan, budi pekerti lokal tanpa cacat dan cela, narasi permisif yang berusaha menggambarkan kekalahan dengan cara penuh keagungan (yang jelas bertujuan agar status sosial beserta seluruh penghormatannya tak berubah) yang ibarat masakan, bumbunya turah-turah kebanyakan sehingga malah jadi aneh rasa dan aromanya.
Lalu bagaimana dengan sekarang? Meniru ucapan –dagangan khas pelawak Gepeng: “Untung, ada blog!”
Semua orang baik pejabat maupun anak ABG bisa menulis apa saja yang ia mau dalam blognya. Sebuah sarana yang (terpaksane) bisa dibilang sangat kecil kont(r)olnya. Mau nulis hasil tulisan sendiri, nulis hasil tulisan orang lain (baik dengan atau tanpa ijin penulis aslinya), asal ada jaringan, komputer dan waktu maka, jadilah.
Mau nulis yang gawat-gawat soal dunia dan negara, mau nulis yang dalam-dalam soal agama dan nilai-nilai relijinya, mau nulis soal perkembangan pengetahuan, mau nulis cerita saru, mau nulis soal kuliner, atau sekedar nulis hal remeh-temeh macam blog saya ini, itu (masih) merupakan hal wajar yang sah-sah belaka.
Kemudian muncul pertanyaan –atau kegelisahan, dengan begitu banyaknya penulis, begitu banyaknya sumber, begitu banyaknya sudut pandang, begitu ragamnya subyektifitas, begitu maraknya pola pikir, lalu siapakah yang bisa dipercaya? Mana yang bisa dijadikan referensi? mana yang boleh dan wajib di-ma’mum-i?
Wajar kawan saya dalam bincang-bincang pernah bilang bahwa dunia yang makin maju ini sebenarnya pola pikir kita ndak banyak berubah. Toh tetap ada benang merah kedunguan kita. Atau jangan-jangan kita ini terlalu sibuk mentertawakan generasi lama sehingga lupa bahwa kita terancam dengan bahaya yang sama namun tak serupa?
Mulai ngikut-ikut Mas Gentho, Pak Sawali dan Pak Ersis (teriring ucapan maaf pada dua nama terakhir, saya jarang ninggalin komentar tiap kali usai membaca tulisan beliau-beliau itu, itu sebatas lantaran cupetnya pikiran saya sehingga merasa bingung mau komentar apa, yang bisa ya cuman kagum, tapi yang nama pertama disebut njur jangan ngambek lan nggrundel: “Weh jebul aku ki dikomentari goro-goro kurang mutu?? Ngono, pay?”
), saya ngajak sampeyan dan panjenengan semua yang tersesat mbaca blog ini untuk giat menulis dengan apapun gaya dan ciri anda dalam menulis, sepanjang itu jujur dan sebisa mungkin orisinil.
Menulislah kalian! Sebanyak-banyaknya… Ha nek aku sing rajin lan (ojo ngasi) dadi penulis kan yo ancur dunia tulis menulis negoro iki!!
KETERANGAN GAMBAR :
- Tulisan “Smooking Area “ dengan dua huruf “o” ini ada di kafetaria KMP Ferry Baronang Jurusan Gorontalo - Pagimana, luwuk PP., dipotret oleh saya sendiri. Kamus urban pun ternyata mampu menerjemahkannya, tapi saya pikir tulisan di kapal itu bukan manut miturut kamus urban para bule itu. Ah, bangsaku…
NB :
- Maaf yang sebesar-besarnya jika makin banyaknya kosakata bahasa jawa dalam blog ini mengganggu. Ngutip kalimat Multatuli (Eduard Douwes Dekker) : “Orang jawa itu juga manusia, pembaca!”.





35 Comments, Comment or Ping
zenteguh
setuju bang pay! menulis (yang baik) bagian dari iman
zenteguh last post: Are U There…?
Feb 4th, 2009
karangsati
menulis, barangkali memejalkan potong-potong ide jadi kumpulan simbol.
karangsati last post: Hmn… Nonton August Rush Nih…
Feb 5th, 2009
Irma
Keep Semangat On Writing ya…, hehehe bahasa nyampur-nyampur..
Salam kenal dari orang sulteng n gorontalo yng netap di Depok
Irma last post: Denda 200jt untuk setiap Pelanggaran Kualitas Pelayanan Telekomunikasi
Feb 5th, 2009
bocahcilik dudul
isih sepi euy…
qeqeqe..
nulis, nulis, nulis… null… is…
null…i…null….
bocahcilik dudul last post: Merah dan Biru
Feb 5th, 2009
hedi
Banyak orang ngaku susah nulis, ya seperti sampeyan ini
Tapi ternyata sampeyan malah (bisa) nulis panjang gini, berarti ga sulit dong hehehe
hedi last post: Melawan Resesi
Feb 5th, 2009
grubik
I am you are me
grubik last post: tentAng
Feb 5th, 2009
bachtair
saya paham jawa kok…. memang menyenangkan jawa itu
bachtair last post: Bahasa Indonesia , yang tidak lagi kita banggakan
Feb 5th, 2009
masicang
ketika saya ditanya hobi anda apa? membaca
lho membaca kok hobi. membaca itu layaknya makan. adalah kebutuhan pokok.
dari input membaca inilah biasanya output menulis mulai berkembang. iya tho bangpay….hehehe..sameyan top markotob
masicang last post: Kenapa harus Erdogan?
Feb 5th, 2009
TENGKU PUTEH
Bangsa kita berada dipertautan dua benua dan samudera, kisrah kisruh tarik menarik kebudayaan sudah lama terjadi bang… Ya, mo gimana lagi…
Bukannya lebih bagus kalau kita membangun budaya menulis bang…
Arsip kan dapat berguna sebagai memori kolektif sebuah bangsa, walaupun ia ditulis oleh anak2 sekalipun…
TENGKU PUTEH last post: WASIAT TERUNTUK ADINDA MALIN KUNDANG
Feb 5th, 2009
ciwir
menulis adalah mengumpulkan dari ide2…
ide2 diperoleh dari mengumpulkan pengetahuan…
ciwir last post: Bekerja sambil Bertamasya
Feb 5th, 2009
oon
emeng, orang kita masih males nulis…walaupun ahli, karena males membuat dokumentasi atau prosedur jadinya gak kelihatan kerja…. :p
Feb 6th, 2009
bangsari
nulis cen angel, lebih gampang komen. hehehe
bangsari last post: Trachoom
Feb 6th, 2009
sapimoto
Nggih, Mbah…
Bibar meniko, kulo badhe tambah sregep menawi nulis…
Feb 6th, 2009
satrio
lantas, apakah dengan menulis lantas saya dapat tambahan pahala?
Feb 6th, 2009
masciput
bener mas, wong Indonesia paling seneng Nggunem thok, nek kon nulis rodo-rodo males ngono!
masciput last post: Berbicara Tentang Prioritas
Feb 7th, 2009
abdee
padahal kita diciptakan dengan dua tangan dan satu mulut…. tujuannya agar lebih banyak menulis daripada bicara.
Tapi tetep lebih menyenangkan bicara saja…..
abdee last post: Balada Cinta Sang Angkawijaya
Feb 7th, 2009
ario saja
nulis… nulis… ayo ikut gerakan menulis nasional…
Feb 10th, 2009
INDAH REPHI
ayo, gunakan hati, pikiran dan imajinasi,,,sama2 kita galakan budaya menulis!
hehehe….
INDAH REPHI last post: Hoshi : The Harmony of Life
Feb 11th, 2009
Juminten
baiklah. saya sudah menulis hari ini…
meskipun seiprit. hihihi…
Juminten last post: Main Kartu
Feb 11th, 2009
sawali tuhusetya
duh, bang pay, jadi malu nih, nama2 saya disebut, hehehe … yang pasti, menulis merupakan aktivitas kreatif yang bisa dilakukan oleh siapa pun yang ingin melakukan sebuah perubahan, baik utk diri sendiri, lingkungan sekitar, atau dalam ranah yang lebih luas. yaps, kalau menulis bisa digunakan sebagai media “katharsis”, kenapa ndak dilakukan sebagai sebuah kebutuhan?
Feb 11th, 2009
Rienayesha
Sempat tertawa sendiri pertama kali melihat skrinsut diatas. Rien juga githu mas, sesekali ketika blogwalking lebih senang sekedar membaca saja tanpa meninggalkan komentar apa-apa. Paling-paling bergaung di kepala saja tanpa sempat di torehkan ke kotak komentar. Bahkan -meskipun- sadar bahwa menulis itu punya banyak manfaat sekalipun.
Rienayesha last post: Sepotong DeJaVu Untuk Asti
Feb 12th, 2009
Cak Win
Setuju mas, kalo bisa memberi manfaat biat yang membaca
Feb 14th, 2009
bocahcilik ngiklan omah anyar
nyubo omah anyar sik kang.
sementara isih podho ae karo wingi si…
hihihi. maklum, gaptek.
Feb 16th, 2009
pudakonline
ndobos, menggunjing atasan, atau kata orang jawa, rasan-rasan, adalah lauk pauk, begitu kata pak pram dalam mereka yang dilumpuhkan
Feb 16th, 2009
genthokelir
hahaha asem ki piye kabare anak lanang mas sehat lan sansoyo nggemesake toh mas
tambah semangat lan sukses mas
Feb 17th, 2009
bedh
saya setuju mas,
setiap orang dalam menulis punya ciri dan khasnya masing2.
seperti tulisan smooking itu itu juga punya ciri khas juga. huhuhuhu
mengenai siapa yang benar dan yang patut di makmumi menurut saya, bagi siapapun yang bisa membaca dan cukup pintar untuk dapat mengakses suatu blog harusnya mempunyai filterisasi sendiri untuk memilah-milah informasi untuk di pakai sebagai acuan. walaupun tentu saja setiap penulis yang menulis di blog di harapkan untuk dewasa dan memperhatikan apa yang di tulis di blognya. karna walau bagaimanapun dan apapun yang di tulis di blog menjadi konsumsi umum dan di baca oleh banyak orang.
saya ndak jelas juga sebenernya mo command apaan tapi yang jelas comment saya panjang, jadi saya kelihatan lebih pintar dari yang sebenernya. walaupun sudah kelihatan benar benang merah kedunguan saya itu. huhuhuhuhuhu
bedh last post: mendengkur
Feb 19th, 2009
suci
ayooooo menuliiiiiiiiiiiiiiiiiiiis
saya jadi merasa diingatkan oleh postingan bangpay kali ini
Feb 19th, 2009
bah reggae
ngono yo ngono ning ojo ngono. lha wong bisa nulis, bagus lagi, kok ngaku gak bisa. asyik bang, semoga nular.
Mar 2nd, 2009
AW.Talib
let’s write!
AW.Talib last post: Mendekatlah Pada Para Pemuda…
Mar 5th, 2009
Ersis Warmansyah Abbas
Sip … mari menulis. Perintah pertama Allah SWT pada Muhammad: membaca, membaca, dan membaca. Setelah Rasulullah yakin Sahabat memahami ayat-ayat Al-Quran: diperintahkan menuliskannya, di bau, tulang, pelepah kurma, dst. Artinya, dengan menulis (sebelumnya membaca) kita menaati perintah Allah SWt dan Rasulullah. Tidak menulis? Tidak mampu membaca (berpengatahuan)? Ingat ketika Iblis melawan Allah ketika diperintahkan sujud pada Nabi Adam.
Guyonan: manusia yang tidak mampu menulis adalah manusia prasejarah, manusia purbakala. Manusia sejarah, manusia beradab kan ditandai dengan adanya (ditemukannya) tulisan? Kali aja he he
Ersis Warmansyah Abbas last post: Tarian Malam
Apr 18th, 2009
faridazahra
Benarlah, menulis adalah suatu keindahan, nampak dan terasa hingga mampu menggugah hati
Apr 27th, 2009
utami
menulis itu sebenernya mengasyikkan…tapi nemuin moodnya yang susah…baca tulisan di atas jadi terinspirasi untuk nulis lagi..he..he..tks
May 6th, 2009
Rudyanto Fransiskus
hallooo
Aug 24th, 2009
diah_el victor
ni,,,
kadang da fikiran wat nulis apa ja yang ada di depan mata
tapi suka da kendalanya biasanya alat tulisnya itu lo,,, yang lupa di bawa setiap saat,,
heheh dah kaya rexona aje,,,,,
Nov 1st, 2009
kiwi
ikut memberi nutrisi otakku… yg juga malas nulis walaupun keinginan setumpuk dikepala..thanks
Nov 14th, 2009
Reply to “Saya, Kita Dan Dunia Menulis”