bangpay.org

Avatar

Grundelan, ngunandika, ngomyang dan ngromed di kala senggang. Sekedar mampir ngombe di jagad maya.

Saya, Kita Dan Dunia Menulis

Meskipun sejak kecil kita sudah belajar untuk menulis, tapi toh ketika saya beranjak menua ini saya tetap sering kesulitan untuk menulis. Apalagi untuk menulis sesuatu yang ada di benak pikiran saya. Entah referensi vocabulary otak saya yang terbatas atau justru otak saya lah yang terlalu njlimet dalam pola dan sistematika berpikirnya.

No Smooking!!

Kita bangsa Indonesia konon memang cenderung menjadi bangsa yang lebih senang ndobos (daripada mencatat) sehingga banyak sekali sejarah masa lampau yang hanya bisa ditelusuri dari dongeng turun menurun dari mulut ke mulut. Yang namanya cerita lisan itu kan selalu makin lama dan makin pindah lambe akan makin mantep dan rame tambalan ceritanya.

Kalaupun ada bukti otentik tentang sejarah kita yang berupa tulisan, babad, atau naskah, toh bangsa yang tinggi imajinasinya ini sering keterlaluan bolehnya hiperbolis dalam menuliskan suatu kedaden alias peristiwa. (Terima Kasih, Pram!)

Catatan peristiwa yang lebih sering kecampur dongeng tentang raja yang kawin dengan makhluk halus, cerita tentang kesaktian pendekar nir tandingan, budi pekerti lokal tanpa cacat dan cela, narasi permisif yang berusaha menggambarkan kekalahan dengan cara penuh keagungan (yang jelas bertujuan agar status sosial beserta  seluruh penghormatannya tak berubah) yang ibarat masakan, bumbunya turah-turah kebanyakan sehingga malah jadi aneh rasa dan aromanya.

Lalu bagaimana dengan sekarang? Meniru ucapan –dagangan khas pelawak Gepeng: “Untung, ada blog!”

Semua orang baik pejabat maupun anak ABG bisa menulis apa saja yang ia mau dalam blognya. Sebuah sarana yang (terpaksane) bisa dibilang sangat kecil kont(r)olnya. Mau nulis hasil tulisan sendiri, nulis hasil tulisan orang lain (baik dengan atau tanpa ijin penulis aslinya), asal ada jaringan, komputer dan waktu maka, jadilah.

Mau nulis yang gawat-gawat soal dunia dan negara, mau nulis yang dalam-dalam soal agama dan nilai-nilai relijinya, mau nulis soal perkembangan pengetahuan, mau nulis cerita saru, mau nulis soal kuliner, atau sekedar nulis hal remeh-temeh macam blog saya ini, itu (masih) merupakan hal wajar yang sah-sah belaka.

Kemudian muncul pertanyaan –atau kegelisahan, dengan begitu banyaknya penulis, begitu banyaknya sumber, begitu banyaknya sudut pandang, begitu ragamnya subyektifitas, begitu maraknya pola pikir, lalu siapakah yang bisa dipercaya? Mana yang bisa dijadikan referensi? mana yang boleh dan wajib di-ma’mum-i?

Wajar kawan saya dalam bincang-bincang pernah bilang bahwa dunia yang makin maju ini sebenarnya pola pikir kita ndak banyak berubah. Toh tetap ada benang merah kedunguan kita. Atau jangan-jangan kita ini terlalu sibuk mentertawakan generasi lama sehingga lupa bahwa kita terancam dengan bahaya yang sama namun tak serupa?

Mulai ngikut-ikut Mas Gentho, Pak Sawali dan Pak Ersis (teriring ucapan maaf pada dua nama terakhir, saya jarang ninggalin komentar tiap kali usai membaca tulisan beliau-beliau itu, itu sebatas lantaran cupetnya pikiran saya sehingga merasa bingung mau komentar apa, yang bisa ya cuman kagum, tapi yang nama pertama disebut njur jangan ngambek lan nggrundel: “Weh jebul aku ki dikomentari goro-goro kurang mutu?? Ngono, pay?” :) ), saya ngajak sampeyan dan panjenengan semua yang tersesat mbaca blog ini untuk giat menulis dengan apapun gaya dan ciri anda dalam menulis, sepanjang itu jujur dan sebisa mungkin orisinil.

Menulislah kalian! Sebanyak-banyaknya… Ha nek aku sing rajin lan (ojo ngasi) dadi penulis kan yo ancur dunia tulis menulis negoro iki!!

KETERANGAN GAMBAR :
- Tulisan Smooking Area dengan dua huruf “o” ini ada di kafetaria KMP Ferry Baronang Jurusan Gorontalo - Pagimana, luwuk PP., dipotret oleh saya sendiri. Kamus urban pun ternyata mampu menerjemahkannya, tapi saya pikir tulisan di kapal itu bukan manut miturut kamus urban para bule itu. Ah, bangsaku…

NB :
- Maaf yang sebesar-besarnya jika makin banyaknya kosakata bahasa jawa dalam blog ini mengganggu. Ngutip kalimat Multatuli (Eduard Douwes Dekker) : “Orang jawa itu juga manusia, pembaca!”.

Tags: , , ,

Tulisan Yang Lain :

35 Comments, Comment or Ping

  1. setuju bang pay! menulis (yang baik) bagian dari iman

    zenteguh last post: Are U There…?

  2. menulis, barangkali memejalkan potong-potong ide jadi kumpulan simbol.

    karangsati last post: Hmn… Nonton August Rush Nih…

  3. Keep Semangat On Writing ya…, hehehe bahasa nyampur-nyampur..
    Salam kenal dari orang sulteng n gorontalo yng netap di Depok

    Irma last post: Denda 200jt untuk setiap Pelanggaran Kualitas Pelayanan Telekomunikasi

  4. isih sepi euy…
    qeqeqe..
    nulis, nulis, nulis… null… is…
    null…i…null….

    bocahcilik dudul last post: Merah dan Biru

  5. Banyak orang ngaku susah nulis, ya seperti sampeyan ini :D
    Tapi ternyata sampeyan malah (bisa) nulis panjang gini, berarti ga sulit dong hehehe

    hedi last post: Melawan Resesi

  6. I am you are me

    grubik last post: tentAng

  7. saya paham jawa kok…. memang menyenangkan jawa itu

    bachtair last post: Bahasa Indonesia , yang tidak lagi kita banggakan

  8. ketika saya ditanya hobi anda apa? membaca

    lho membaca kok hobi. membaca itu layaknya makan. adalah kebutuhan pokok.

    dari input membaca inilah biasanya output menulis mulai berkembang. iya tho bangpay….hehehe..sameyan top markotob

    masicang last post: Kenapa harus Erdogan?

  9. Bangsa kita berada dipertautan dua benua dan samudera, kisrah kisruh tarik menarik kebudayaan sudah lama terjadi bang… Ya, mo gimana lagi…

    Bukannya lebih bagus kalau kita membangun budaya menulis bang…
    Arsip kan dapat berguna sebagai memori kolektif sebuah bangsa, walaupun ia ditulis oleh anak2 sekalipun…

    TENGKU PUTEH last post: WASIAT TERUNTUK ADINDA MALIN KUNDANG

  10. menulis adalah mengumpulkan dari ide2…
    ide2 diperoleh dari mengumpulkan pengetahuan…

    ciwir last post: Bekerja sambil Bertamasya

  11. oon

    emeng, orang kita masih males nulis…walaupun ahli, karena males membuat dokumentasi atau prosedur jadinya gak kelihatan kerja…. :p

  12. nulis cen angel, lebih gampang komen. hehehe

    bangsari last post: Trachoom

  13. Nggih, Mbah…
    Bibar meniko, kulo badhe tambah sregep menawi nulis…

  14. lantas, apakah dengan menulis lantas saya dapat tambahan pahala? :D

  15. bener mas, wong Indonesia paling seneng Nggunem thok, nek kon nulis rodo-rodo males ngono!

    masciput last post: Berbicara Tentang Prioritas

  16. padahal kita diciptakan dengan dua tangan dan satu mulut…. tujuannya agar lebih banyak menulis daripada bicara.
    Tapi tetep lebih menyenangkan bicara saja…..

    abdee last post: Balada Cinta Sang Angkawijaya

  17. nulis… nulis… ayo ikut gerakan menulis nasional…

  18. ayo, gunakan hati, pikiran dan imajinasi,,,sama2 kita galakan budaya menulis!
    hehehe….

    INDAH REPHI last post: Hoshi : The Harmony of Life

  19. baiklah. saya sudah menulis hari ini…
    meskipun seiprit. hihihi… :P
    Juminten last post: Main Kartu

  20. duh, bang pay, jadi malu nih, nama2 saya disebut, hehehe … yang pasti, menulis merupakan aktivitas kreatif yang bisa dilakukan oleh siapa pun yang ingin melakukan sebuah perubahan, baik utk diri sendiri, lingkungan sekitar, atau dalam ranah yang lebih luas. yaps, kalau menulis bisa digunakan sebagai media “katharsis”, kenapa ndak dilakukan sebagai sebuah kebutuhan?

  21. Sempat tertawa sendiri pertama kali melihat skrinsut diatas. Rien juga githu mas, sesekali ketika blogwalking lebih senang sekedar membaca saja tanpa meninggalkan komentar apa-apa. Paling-paling bergaung di kepala saja tanpa sempat di torehkan ke kotak komentar. Bahkan -meskipun- sadar bahwa menulis itu punya banyak manfaat sekalipun.

    Rienayesha last post: Sepotong DeJaVu Untuk Asti

  22. Setuju mas, kalo bisa memberi manfaat biat yang membaca :D

  23. nyubo omah anyar sik kang.
    sementara isih podho ae karo wingi si…

    hihihi. maklum, gaptek.

  24. ndobos, menggunjing atasan, atau kata orang jawa, rasan-rasan, adalah lauk pauk, begitu kata pak pram dalam mereka yang dilumpuhkan

  25. hahaha asem ki piye kabare anak lanang mas sehat lan sansoyo nggemesake toh mas
    tambah semangat lan sukses mas

  26. saya setuju mas,
    setiap orang dalam menulis punya ciri dan khasnya masing2.
    seperti tulisan smooking itu itu juga punya ciri khas juga. huhuhuhu

    mengenai siapa yang benar dan yang patut di makmumi menurut saya, bagi siapapun yang bisa membaca dan cukup pintar untuk dapat mengakses suatu blog harusnya mempunyai filterisasi sendiri untuk memilah-milah informasi untuk di pakai sebagai acuan. walaupun tentu saja setiap penulis yang menulis di blog di harapkan untuk dewasa dan memperhatikan apa yang di tulis di blognya. karna walau bagaimanapun dan apapun yang di tulis di blog menjadi konsumsi umum dan di baca oleh banyak orang.

    saya ndak jelas juga sebenernya mo command apaan tapi yang jelas comment saya panjang, jadi saya kelihatan lebih pintar dari yang sebenernya. walaupun sudah kelihatan benar benang merah kedunguan saya itu. huhuhuhuhuhu

    bedh last post: mendengkur

  27. ayooooo menuliiiiiiiiiiiiiiiiiiiis
    saya jadi merasa diingatkan oleh postingan bangpay kali ini

  28. ngono yo ngono ning ojo ngono. lha wong bisa nulis, bagus lagi, kok ngaku gak bisa. asyik bang, semoga nular.

  29. let’s write!

    AW.Talib last post: Mendekatlah Pada Para Pemuda…

  30. Sip … mari menulis. Perintah pertama Allah SWT pada Muhammad: membaca, membaca, dan membaca. Setelah Rasulullah yakin Sahabat memahami ayat-ayat Al-Quran: diperintahkan menuliskannya, di bau, tulang, pelepah kurma, dst. Artinya, dengan menulis (sebelumnya membaca) kita menaati perintah Allah SWt dan Rasulullah. Tidak menulis? Tidak mampu membaca (berpengatahuan)? Ingat ketika Iblis melawan Allah ketika diperintahkan sujud pada Nabi Adam.

    Guyonan: manusia yang tidak mampu menulis adalah manusia prasejarah, manusia purbakala. Manusia sejarah, manusia beradab kan ditandai dengan adanya (ditemukannya) tulisan? Kali aja he he

    Ersis Warmansyah Abbas last post: Tarian Malam

  31. Benarlah, menulis adalah suatu keindahan, nampak dan terasa hingga mampu menggugah hati :)

  32. utami

    menulis itu sebenernya mengasyikkan…tapi nemuin moodnya yang susah…baca tulisan di atas jadi terinspirasi untuk nulis lagi..he..he..tks

  33. Rudyanto Fransiskus

    hallooo

  34. diah_el victor

    ni,,,
    kadang da fikiran wat nulis apa ja yang ada di depan mata
    tapi suka da kendalanya biasanya alat tulisnya itu lo,,, yang lupa di bawa setiap saat,,
    heheh dah kaya rexona aje,,,,,

  35. ikut memberi nutrisi otakku… yg juga malas nulis walaupun keinginan setumpuk dikepala..thanks

Reply to “Saya, Kita Dan Dunia Menulis”