bangpay.org

Avatar

Kumpulan Tulisan. Koleksi Kutipan. Pamer Gambar. Atau Grundelan Yang Mungkin Tak Penting Buat Anda. Tapi Penting Buat Saya.

Mudik Online

Hari-hari menjelang lebaran, meski Ramadhan masih sangat belia, isi kepala perantau macam saya jelas sudah penuh dengan bayangan akan pulang kandang ke kampung halaman. Sudah empat kali lebaran saya tidak mudik ke Jawa. Atas nama penghematan, pekerjaan maupun pertimbangan lain, saya justru lebih sering pulang (ke Jawa) di luar hari lebaran.

Pesawat Lion Air

Tiga kali lebaran saya lewatkan di tanah kelahiran istri saya di Gorontalo dan satu kali saya berlebaran di Ternate. Jadi dengan semangat, tekad dan tabungan yang ada, saya beserta istri sepakat akan merayakan lebaran kali ini di Jawa.

Ternyata mempersiapkan segala sesuatu untuk mudik kali ini cukup repot. Pertama soal transportasi. Kampung saya itu terletak di lutut gunung tertinggi nomor dua di pulau Jawa. Jadi dari Gorontalo, tempat saya mengambil start mudik saya harus naik pesawat ditambah dengan perjalanan darat. Harga tiket (pesawat) jelas menjadi pertimbangan yang bukan main bolehnya saya serius menentukan hari mudik.

Tentu menentukan tanggal mudik bagi saya dan istri yang sama-sama abdi negara di departemen yang sama menjadi sebuah kesulitan tersendiri. Saya dan juga istri harus mempertimbangkan volume tunggakan pekerjaan, sisa jatah cuti, kebijakan Kepala Kantor dan lain-lain yang membuat kami sering gregetan sendiri.

Alhamdulillah, ada yang sudah mathuk gathuk antara hari yang tepat dengan harga tiket yang murah. Tanggal 19 September. Seperti biasa, saya membeli tiket secara online. Bukan lantaran sok hi-tech namun lebih karena malas bolak-balik ke agen tiket baik secara langsung maupun via telepon.

Rencananya saya pulang-pergi akan menggunakan maskapai yang berlogo singa. Mudik akan ditempuh dengan penerbangan Gorontalo – Makassar, lalu Makassar – Jakarta dan Jakarta – Jogja. Dan sesampainya di Jogja nanti, saya, Bini dan juga Lanang akan dijemput oleh keluarga saya dengan mobil. Lalu untuik balik saya akan menempuh perjalanan darat dari Purwokerto menuju Jakarta disambung dengan penerbangan langsung tanpa transit dari Jakarta ke Gorontalo.

Nah perjalanan darat inilah yang merupakan pengalaman baru bagi saya dimana saya untuk kali pertama membeli tiket kereta secara online. On line telepon, bukan internet! Sebagai pemalas dan tipikal bangsa Indonesia yang nyari gampang, sebelumnya saya menghubungi kawan karib saya yang kebetulan punya hubungan dekat dengan dunia perkeretaapian agar beliau mencarikan tiket kereta lewat pintu belakang. Jawaban kawan saya membuat takjub.

Kereta Api

“Ndak bisa lagi, Pay! Sekarang jauh lebih ketat dari yang sebelumnya.. Aku saja gak dapet…”

Nah dari situlah saya mencari tiket via telepon. Menggunakan ponsel GSM (PT. KAI bilang belum bisa booking tiket pake ponsel CDMA) saya menghubungi nomor 13897 dan disambut oleh Mbak Operator. Oleh beliau saya ditanyakan tujuan dan tanggal keberangkatan, lalu dicarikan kereta yang bisa saya pilih. Pilihan saya jatuh kepada Taksaka Pagi seperti kepulangan saya di tahun baru 2009 kemarin. Sayangnya semua kursi sudah full booked.

Tak menyerah, dengan pola pikir bahwa tak semua orang yang beli tiket online akan membayarnya, maka saya juga mikir jangan-jangan ada orang yang sudah booking namun tidak membayarnya. Alasannya bisa macem-macem. Entah nemu alternatif kereta atau transportasi yang lebih baik, atau kelupaan sehingga batas pembayaran yang 3 jam dari waktu booking terlewati.

Saya telepon kembali. Kali ini Mbak Operatornya beda dengan yang pertama, namun nasib masih belum berpihak pada saya, kereta masih full booked. Lima menit kemudian saya telepon kembali, masih saja full. Sepuluh menit kemudian dengan sedikit aras-arasen alias males, saya telpon kembali, eh syukur ngalkamdulillah-nya ada kursi kosong sebanyak 4 buah!

Kemudian Mbak Operator menanyakan nama, alamat identitas saya. Karena lewat telpon yang belum tentu setiap saat terjamin kualitas kejernihan suaranya, saya harus berulang kali menyebutkan nama dan alamat saya sesuai dengan KTP saya.

Misalnya ketika menyebutkan Ternate, saya sampai harus mengejanya baik pake coro nginggris maupun pake coro ndeso. Tapi si Mbak akhirnya paham ketika saya eja dengan Teleprompter…. Eragon…. Rhapsody…. Namibia…. Alkohol…. Telek…. Enak!!!!

Lalu saya diberi nomer kode booking saya yang diperlukan untuk membayar via ATM. Setelah membayarnya via ATM, saya diwajibkan menyimpan slip ATM tersebut untuk ditukarkan dengan tiket yang sebenarnya di stasiun.

Cukup praktis, meski nampak ribet. Salut buat PT. KAI! Calo memang ada tapi perubahan itu cukup terlihat kok, bos… Jadi inget para blogger, fesbuker, twitterer, plurker atau forumer yang mencaci maki PT. KAI tanpa ampun. Ndak tahu saja mereka kalo merubah sesuatu di negeri ini itu bukan main susahnya. Ya sarananya, ya pejabatnya, ya lingkungannya, ya kepentingan ekonominya, ya transaksi politisnya, ya masyarakatnya, ya mentalnya… Ah! Pokoke salut!!!

KETERANGAN GAMBAR :
-  Gambar Pesawat dari sini.
-  Gambar Kereta Api dari sini.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tulisan Yang Lain :

16 Comments, Comment or Ping

  1. waah… selamat mudik bang…..

    suwe juga pean ga mulih jowo yo?!!?

  2. Wah…. hebat… saya mikir mudiknya aja dah capek…lebaran kemarin sama lebaran di Gorontalo….
    dapet berapa Bro, Gorontalo - Jogja-nya? dapat di bawah 1,5 sudah syukur alhamdulillah kan….

  3. kesasar ke sini bang, moon dimaapin ye bang.. :D

  4. Selamat mudik bang… Selamat datang kembali dari pengembaraan…

  5. lama tak bersua…

  6. wah selamat mudik bang pay…..
    merayakan lebaran di kota satria purwokeren ekh purwokerto neh…..

  7. Saya ngrasain pusing beli tiket selama 5 tahun saat di Balikpapan. Pernah beli via Online (mungkin dikira businesman..) harga melambung, dari normalnya Bpp-Sby kalo lebaran 300-400rb, via online malah 750rb. Tapi karena sudah kadong malu tetep bilang okey saya booking, hehe…tapi nggak jadi kebeli. Suruh nyarikan temen aja yg orang bandara (calo dalem juga sih tapi nggak semahal online). Selamat mudik Mas….dan salam kenal.

  8. cha

    selamat mudik untuk pay dan keluargaaa………..!!!!

  9. bapake zidan

    selamat mudik, bro… semoga lancar dan selamat sampai tujuan…

  10. adipati kademangan

    selamet anda bisa mendapatkan tiket kereta di jkt. Sungguh aneh memang, yang antri mengular sejak malem tidak dapet tiket, yang hanya modal tlp langsung dapet tiket.

  11. May

    Saya orang jawa. Jd tetep d jawa aja. Paling keliling kota aja.

  12. Bersilaturahmi kepada semua teman-teman

    Minal Aidin Wal Faizin Mohon maaf lahir bathin

  13. hahahaha…setubuh dengan pendapat Pak Pay..memangsulit merubah keruwetan yang mendarah ndaging di negeri ini..tapi its ok meski lambat pembenahan itu sudah mulai jalan

    salam kenal Pak

  14. Wah.. telat aku baca ni.. keburu minta tolong ortu beliin tiket KA. Ya.. tq infonya, tar klo lagi males lagi, cara online kan ku pake.

    Ada tips aman beli tiket pesawat Online ga? soalnya ampe sekarang masih parno transaksi di internet nih..

  15. ngakakkkkk mBaca prosesi pengejaan :D (lmao)

  16. Wah,, pasti sekarag udah balik pada aktivitas semula.. sukses mas..

Reply to “Mudik Online”