bangpay.org

Avatar

Grundelan, ngunandika, ngomyang dan ngromed di kala senggang. Sekedar mampir ngombe di jagad maya.

Tanda Petik

Tanda petik belakangan menarik perhatian saya. Sebuah tanda baca dalam penulisan ini semula dimaksudkan untuk menuliskan kalimat langsung atau untuk menegaskan sesuatu seolah hendak mengajak ngobrol saya tentang nasibnya saat ini.

Bukan hal yang baru kalau di media massa saat ini si tanda petik (terutama yang dua petik) sering dicantumkan pada sebuah kata untuk menandakan ada yang aneh, janggal atau mencurigakan. Bahkan dalam obrolan sudah banyak manusia yang dengan sengaja membuat tanda dengan jari (telunjuk dan jari tengah) dengan kedua tangannya untuk menegaskan kata yang ia ucapkan. Anda?

Nah, tanda petik yang meresahkan saya adalah tatkala saya menemukan jargon kampanye seorang calon kepala daerah. Anggap saja kalimat itu berbunyi: Mari “kita” lanjutkan “Pembangunan”!!.

Anda tentu bisa mengira calon tersebut dari partai mana namun bukan itu intinya karena toh calon dari partai lain juga (ada) yang melakukan kesalahan penulisan yang sama atau bahkan lebih parah.

Saya yang suka cerewet akan segala sesuatu yang dipampang di tempat umum dimana dari anak SD sampai kakek tua renta jelata bisa membacanya menjadi bingung dengan penambahan tanda petik pada kata “kita” dan “pembangunan”.

Pertanyaan yang timbul adalah siapa dari kata “kita” yang dimaksudkan oleh tim sukses calon bupati tersebut? Kita seluruh manusia? Rakyat Indonesia? Warga di kabupaten itu? Pemda-nya? Tim suksesnya? Lalu apa makna “pembangunan” yang mereka pakai sehingga perlu diimbuhi tanda petik?

Banyak dari kita, apalagi saya salah menggunakan tanda petik dalam kehidupan. Maksudnya tanda petik dalam hal menegaskan sesuatu. Kita keliru menanda petiki diri kita. Apa yang harusnya dicetak dalam ukuran huruf kecil kita cetak besar-besar, bold dan pakai garis bawah, tak lupa kita bubuhi tanda petik.

Seorang bapak melarang anaknya merokok sedangkan buat si anak ia membaca tanda yang sangat jelas, dalam tanda petik, bahwa bapaknya, sang patriarch, suri tauladan, adalah seorang perokok berat. Seorang ibu yang melarang anak perempuannya yang sudah remaja untuk tidak bergosip, sedang dalam tanda petik besar sang ibu rajin ngumpul dengan ibu-ibu komplek lainnya tidak lain dan tidak bukan untuk bergosip.

Di dunia kerja kita juga nemu tanda petik yang kurang tepat. Seorang pegawai apalagi PNS, sibuk menandapetiki bahwa ia tak pernah telat absen, baju rapi, sepatu mengkilap, sedang soal kerjaan malah nol besar. Atau pegawai yang sibuk menandapetiki pegawai lain untuk dilaporkan kepada atasan dengan reward kepercayaan yang tinggi dari big boss, meski mulutnya jadi berbau pantat karena terlalu banyak menjilat.

Para bos, kadang juga keliru memberi tanda petik kepada anak buahnya. Seorang pegawai yang kerja banting tulang, minum bergelas-gelas kopi saat lembur, kurang tidur sehingga keesokan harinya datang ke kantor dengan acak-acakan dihadiahi dengan semprotan di pagi hari hanya karena penampilannya tersebut dari bos-bosnya secara birokratis.

Nah, sebagai manusia, apa yang sampeyan tanda petiki? Berhubung dalam hidup, banyak sekali yang membaca “kita”.

Tags: , , , ,

Tulisan Yang Lain :

6 Comments, Comment or Ping

  1. iya, jadi bingung nih ma tanda petik, masih mending klo tanda tanya ma tanda seru… jelas tegas

  2. kalau aku milih nandapetiki (quote) yg ini:
    [quote]”Para bos, kadang juga keliru memberi tanda petik kepada anak buahnya. Seorang pegawai yang kerja banting tulang, minum bergelas-gelas kopi saat lembur, kurang tidur sehingga keesokan harinya datang ke kantor dengan acak-acakan dihadiahi dengan semprotan di pagi hari hanya karena penampilannya tersebut dari bos-bosnya secara birokratis.”[/quote]

    coz, kayaknya ane tahu sapa yg dimaksud di atas.. wakakakak..
    disini dah jarang yg tidur ktr lagi, coz situasi dah berubah n krg mendukung..

  3. ARIO | bingung tho?? :)
    MERV | bukan nulis soal saya juga, pakde…. gak nemu saja penjilat2 yg kethok klimis di depan bos padahal nol besar.. soal kantor njenengan, ya saya juga denger soal kabar itu.. sabar kemawon…

  4. apa ya maksudnya kir

  5. apa ya maksudnya kira2

  6. bang, apa kabarrrr???
    maafkan diriku lama ga ke sini. nomer telpon masih yang lama?

    *maaf oot*

Reply to “Tanda Petik”