Aug 6, 2009
Monggo jika tulisan saya kali ini dianggap aji mumpung. Kenapa baru sekarang? Kenapa nunggu meninggal? Sebenarnya nafsu nulis saya beberapa bulan ini bener-bener menguap. Akan halnya tiba-tiba saya menulis pas ada kejadian yang cukup bikin geger negeri ini adalah murni karena rasa hormat saya pada almarhum. Silakan saja saya dianggap ikut-ikutan, keli dudu mbanyu mili alias hanyut oleh riak lakunya massa, atau apapun sebutannya.

[Read more]
Jun 30, 2009
Mengetuk pintu rumah yang lama tak saya kunjungi, ada berjuta perasaan nyempil disana. Tapi rasa malulah yang ternyata paling besar. Kemaluan eh rasa malu yang teramat besar ini bisa muncul karena berbagai hal. Malu kalau-kalau dianggap sudah tak mampu lagi bahkan menjadi tak pantas. Malu kalau-kalau upaya ini sekedar usaha untuk kembali namun cuman sekali itu saja, setelah ini melempem lagi.
[Read more]
Jan 15, 2009
Kepulangan saya dengan anak-bini saya di penghujung tahun 2008 –kemarin bertepatan dengan ultah-nya Kanjeng Yesus kemarin justru makin menegaskan bahwa kita ini memang niba-tangi mengejar takaran, standar atau ukuran yang sebenarnya kita bikin-bikin sendiri. Setidaknya menurut saya.

[Read more]